Selamat Idul Adha!
Sudah lama Hamad tidak mendominasi blog ini…dibajak oleh bundanya sendiri
oke sekarang cerita mengenai Hamad dan Idul Adha. Sayangnya, tadi pagi ayah+bunda dan Hamad tidak sholat Id dikarenakan terlambat
padahal bunda sudah mendandani Hamad bak dai cilik memakai baju koko batik yang dibeli di pameran batik, itu pun hanya bajunya saja sedangkan celananya masih kepanjangan alhasil diganti dengan celana lain.
Untuk menghibur hati, bunda ajak Hamad ke masjid kompleks untuk melihat kambing dan sapi qurban…senang sekali Hamad menunjuk, memanggil dan menirukan suara hewan qurban tsb padahal sebelumnya acara jalan-jalan melihat hewan qurban sudah dilakukan berulang kali.
Agenda kami selanjutnya adalah ke rumah kakek (adik bungsu bapaknya bunda) di Bekasi untuk mengambil mobil yang kami titipkan semenjak hari Minggu lalu. Kami berangkat naik angkutan umum dan sepanjang perjalanan Hamad tertidur pulas, pantas saja tadi dia terbangun jam 5 pagi.
Sampai di rumah kakek ternyata ada Farrel, cucu kakek yang usianya sepantaran tapi lebih tua dari usia Hamad, bermainlah mereka walaupun Farrel lebih menguasai permainan yang ada. Jelas saja Hamad kan cuma tamu dan meminjam mainannya Farrel. Awalnya Hamad lebih banyak mengalah tetapi akhirnya melawan juga…hehehe bunda diamkan dulu perlawanannya pengen tau seberapa beraninya Hamad.
Kejadian bermula di kandang kelinci milik Jelita (cucu dari saudaranya nenek). Minat Hamad kepada kelinci terbatas hanya ingin menyentuh dan memberikan makan saja sebelum Farrel mengajarkan Hamad cara membuka pintu kandang kelinci yang memang tidak dikunci jadi dibuka dengan cara menggeser ke atas pintu tsb. Dengan cepatnya Hamad menirukan apa yang diajarkan Farrel menggeser pintu kandang untuk dapat melihat kelinci dengan lebih jelas eh eh eh Farrel memblokir pintu kandang dengan menahan kakinya sedangkan Hamad sedang asyik-asyiknya menggeser ya sudah terjadilah keributan dan perlawanan dari Hamad. Pada akhirnya bunda melerai mereka dan tidak lama kemudian mereka sudah baikan lagi
Ada yang lucu saat di kandang kelinci, masa Hamad menyebut kelinci dengan meong dikiranya sama seperti kucing kali ya…bunda sudah pernah memperkenalkan kelinci kepada Hamad tapi mungkin karena sepintas dan jarang melihat lagi ya lupa sedangkan kucing? Opa, tetangga depan memelihara kucing yang setiap hari bermain di teras rumah kami.
Hamad juga tumben merasa kepengen dengan es krim yang sedang dimakan oleh Farrel maka sembari mencoba mobil kami beli es krim di mini market terdekat tak lupa kami belikan pula es krim untuk Farrel dan Jelita agar tidak ada yang iri satu sama lain. Makan es krim tidak sekaligus habis, selesai makan nasi dan bunda telah mengganti baju Hamad eh dia ambil lagi cup es krimnya dan belepetan lagilah baju yang baru diganti…ugh kesal deh cadangan baju bersih hanya tinggal 1 stel.
Dari rumah kakek kami melanjutkan silaturahmi ke rumah pakde & bude (kakak dari ayah). Rumah pakde di komplek PU sedangkan rumah bude di Cakung. Di rumah pakde hanya ada pakde seorang itupun akan berangkat kerja (istri pakde & anak-anak sedang ke rumah nenek mereka) sedangkan di rumah bude sedang ada pemasangan plafon rumah dan anaknya bude sedang tidur siang. Dari rumah pakde ke rumah bude sengaja kami lewat tol.
Biasanya Hamad tertidur dalam perjalanan, di tol dia malah senang melihat mobil-mobil yang lewat, bermain cilukba saat melewati terowongan, menganggukkan kepala saat mendengarkan radio, menirukan suara mobil, dan asyik bernyanyi sendiri
Kalau bunda hanya bisa puas dengan tugas luar kota di Bogor atau Bandung lain halnya dengan ayah, dua minggu sekali bisa keluar kota, beda provinsi, beda pulau pula.
Saat bunda ultah eh ayah malah tugas di Probolinggo, sudah gitu pulangnya gak dibawain oleh-oleh pula (ucapan selamat ultah dapat sih…) dan biasanya selalu ada hal yang diceritakan, ini malah ga ada berarti Probolinggo standar aja nih kurang menarik. Harus googling dulu kali ya biar tau keistimewaan Probolinggo. Sepintas Probolinggo malah terdengar seperti Purbalingga, itu mah dekat kampung bapaknya bunda di Purwokerto-Kabupaten Banyumas.
Sore ini ayah baru pulang dari Baturaja, Palembang. Jarak Baturaja sekitar 4-5 jam perjalanan darat dari Palembang. Kata ayah, bosan disana makan pecel lele terus ga ada makanan lainnya. Ah biarin aja ayah kebosanan yang penting pulangnya bawa oleh-oleh Mpek-Mpek (wow…banyak pengulangan kata). Katanya ini mpek-mpek terenak di Palembang dan masih fresh bikinnya tadi pagi.
Catat ya alamat Mpek-mpek Candy ada di:
- Jl. Kapten A. Rivai No. 260, Palembang. Telp: 0711-318-246 Fax: 0711-360-319
- Jl. Jend. Sudirman No. 149/8 (samping RS Charitas), Palembang. Telp: 0711-363-222/372-121
- Jl. Jend. Sudirman No. 21 Km 4 (depan Polda), Palembang. Telp: 0711-373-765
- Jl. R. Soekamto No. 53 (depan Novotel), Palembang. Telp: 0711-375-903
- Jl. Jend. A. Yani No. 9/10 Plaju (samping PTUN), Palembang. Telp 0711-515-870/515-880
- Jl. Jend. Sudirman No. 116, Prabumulih. Telp: 0713-321-063
Pengennya setelah buka puasa makan mpek-mpek tapi ternyata kekenyangan ya udah disimpan dulu buat besok
.
Jadwal tugas luar kota ayah untuk bulan Desember adalah Balikpapan & Palopo. Rasanya pengen ikutan deh ke Balikpapan, bunda kan pernah tinggal disana selama 3 tahun saat kelas 2-4 SD dan sekarang kota Balikpapan mengalami banyak perubahan.
Bunda juga sudah googling oleh-oleh khas Balikpapan adalah amplang kuku macan semacam kerupuk. Souvenir lainnya yang lebih khas adalah aksesoris manik-manik, miniatur senjata Dayak, baju adat Dayak. Kalau bunda nitip dibelikan aksesoris pastinya ayah malas untuk memilihnya, bunda sudah bilang minta dibelikan baju adat Dayak untuk Hamad. Biarin mahal yang penting kan orisinil, khas Dayak dan siapa tau terpakai oleh Hamad nanti saat TK untuk karnaval
beliin ya ayah, kan jarang-jarang ke Balikpapan…
Lagi lagi kembali ke Bogor
Rabu, 18 November 2009 lalu bunda berangkat ke Bogor untuk mengikuti rapat koordinasi lebih tepatnya untuk membantu mempersiapkan acara rapat tsb. Kita menginap di Hotel Novotel Bogor, hotel bergaya tropis-mediteranian (coba Hamad diajak ya…). Hotel ini lokasinya strategis, keluar pintu tol belok kiri dan kemudian memasuki kompleks Bogor Raya yang didalamnya ada sekolahan, perumahan mewah, lapangan golf, hotel dan danau wow lengkap deh sayangnya jarak tempuhnya lumayan jauh sehingga hanya orang-orang yang berkendaraan saja yang dapat mengaksesnya.
Namanya juga orang kota, menginap di hotel bagus tetap saja mencari tempat hiburan yang tidak lain tidak bukan adalah Mall maka saat acara rapat telah selesai, bunda dan mbak Iis pergilah ke Botani Square (BS). Sebenarnya ke BS lebih untuk jalan-jalan saja, mau makan kan sudah kenyang sama makanan hotel
ya kita lihat-lihat bazaar di mall tsb yang kebanyakan baju batik. Kita juga sempat memergoki artis Gery Iskak dan pacarnya yang main di film Jomblo (hasil searching google = Richa Novisha) walaupun bunda bawa kamera digital rasanya ga pengen tuh foto bareng mereka
, kita malah sibuk menggosipkan seperti ini, “kasihan ya pacarnya diajak belanja baju di bazaar sudah gitu pake acara nawar lagi” hehehe…
Di BS kita mampir ke Serambi Botani, tokonya anak-anak IPB dengan produk organik dan herbal tapi ada juga koq kue seperti brownies singkong. Oya, di bazaar bunda hanya beli Boneka Horta berbentuk sapi itu lho boneka yang terbuat dari serbuk kayu dan diberi bibit rumput. Menurut petunjuknya, (1) boneka direndam dalam air selama sekitar 1 jam dalam posisi terbalik (2) angkat dan letakkan boneka pada wadah (3) siramkan air pada badan boneka setiap hari (4) selama seminggu pertama, tempatkan boneka di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung…rumput akan tumbuh setelah 1 minggu dan menurut mbak SPGnya hanya bertahan sekitar 3 bulan saja (kalau ga salah dengar). Sebelum pulang kita mampir ke J.Co beli fro-yo single.
Akhirnya check-out time tiba, sudah kangen Hamad & ayah
. Pagi harinya bunda dan mbak Iis sempatkan untuk bersepeda tandem dengan rute menanjak dan menurun yang dilalui dengan tertawa cekikikan dan ngos-ngosan, bayangkan saja dua orang gemuk bersepeda tandem di track basah dengan sepeda yang kurang nyaman dan insiden celana kesrimpet.
Sebelum kembali ke ibukota tercinta, kita sempatkan belanja oleh-oleh kali ini bunda beli Macaroni Panggang & Lasagna Gulung. Alamatnya di Jl. Salak 24, Telp. 0251-8324-046 (untuk macaroni) / 0251-8377-519 (untuk lasagna). Belum bisa senang bertemu dengan Hamad nih, bunda mampir dulu ke kantor membereskan ini-itu dan menyempatkan posting
Sudah beberapa hari ini terutama saat Hamad batuk dan pilek (Alhamdulillah sekarang sudah baikan), Hamad sering terbangun tengah malam dan rewel
.
Sudah ditawarin susu eh malah ga mau, sambil nangis dia ngomong, “kluar…kluar…kluar” dan tangannya pun menunjuk-nunjuk pintu kamar masa tengah malam gini minta main di luar sih anakku? akhirnya bunda bawa keluar kamar kemudian ke ruang tengah ambil air minum biasanya dia ikutan minum juga tapi kalo ga mempan bunda ajak lagi ke jendela ruang tamu dimana sebelumnya lampu teras bunda matikan kemudian menasehatinya, “lihat Opa (tetangga depan rumah) sudah tidur, meongnya juga tidur, mbrum (mobil) juga” nah biasanya dia nurutin nasehat bunda dan mengajak masuk ke kamar kembali dan mau minum susu botol. Pernah juga cara tsb ga mempan akhirnya bunda setelkan dvd favoritnya, baru bisa diam deh.
Mbah Kakung pun tak luput menasehati Hamad agar tidur nyenyak jangan rewel minta keluar rumah, kasihan bundanya capek pulang kerja…hehehe namanya anak kecil paling dia hanya diam mendengarkan saja. Memang sih terbangun tengah malam itu bikin sakit kepala. Bunda juga harus jaga emosi jangan sampai kesal karena ulah Hamad ini.
Hamad inginnya bermain bebas, dia sudah pandai membuka pintu pagar dan sering main di rumah Opa tetangga depan yang memang kakek terfavorit di kompleks perumahan. Pokoknya kalau di siang hari Hamad tidak terpuaskan main di luar rumah ya sudah dijamin malamnya rewel. Saat weekend adalah saat tersulit bagi Hamad untuk tidur pagi dan tidur siang, lebih banyak skip tidur pagi dan tidur siang pun hanya bertahan 1 jam. Memang siapa yang tahan tidur siang di kamar yang panas hanya mengandalkan kipas angin? di Priuk gituloh
apalagi sebelum musim hujan ini duh mana tahan panas terik matahari.
Bunda melakukan sedikit penelitian mengapa Hamad selalu ingin main di luar rumah? ternyata kesimpulannya karena faktor keturunan khususnya dari Ayah. Begini, mbah kakung pun lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah berkumpul dengan rekan-rekan sebayanya karena tidak ada teman ngobrol di rumah. Di kompleks kami yang merupakan kompleks tentara ini ada pos manula lho! semacam pos hansip tetapi untuk berkumpulnya para pensiunan tentara tsb. Kemudian tidak jauh berbeda dengan ayah di malam hari saat weekend lebih banyak nongkrong di tetangga atau sore harinya nongkrong di bengkel…pantes kan kalau Hamad pengen juga keluyuran main di luar rumah.
Masa sih ga menurun dari kebiasaan bunda? sejak menikah frekuensi jalan-jalan bunda sangat sangat berkurang dulu yang setiap weekend bisa main ke mall dari pagi sampai malam ibaratnya sampai tutup toko! ditambah lokasi rumah yang ribet untuk menuju pusat hiburan karena harus berganti-ganti kendaraan umum bikin bunda mikir-mikir lagi kalau keluar rumah.
Semoga saja keinginannya Hamad bermain di luar rumah lebih ke keinginan untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar bukan cikal bakal keluyuran ga jelas.
Di hari yang berbahagia ini khususnya bagi bunda
(hari ini bunda ulang tahun bertepatan dengan Hari Pahlawan lho!), bunda ingin berbagi informasi yang sangat berharga terutama bagi para CPNS yang akan menjalani tes kesehatan.
Seperti diketahui, para CPNS sebelum diangkat secara resmi menjadi PNS harus melewati serangkaian kegiatan seperti prajab, tes kesehatan, dan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) dari instansinya.
Bunda dapat informasi mengenai jadwal tes kesehatan ini secara mendadak, untungnya ga perlu banyak persiapan sih cukup kondisi badan sehat dan sejumlah uang untuk biaya tes kesehatannya tsb. Rumah Sakit rujukannya adalah RSCM, dekat kantorlah sekali naik bis langsung sampai. Oya, bagi yang pertama kali ke RSCM dijamin pusing deh cari-cari ruangan tesnya makanya bunda lagi baik hati nih…disimak ya.
Dari halaman depan RSCM (yang dekat Universitas YAI, sekolah PSKD) langsung terlihat IGD terus belok kanan sampai ada tanda panah merah dan tulisan apotek 24 jam ikutin saja lalu belok kiri ketemu lift naik deh ke lantai 3 menuju ke klinik rawat jalan yang posisinya dari lift belok kanan sebelum ruangan akupuntur.
Sesampai di ruangan klinik rawat jalan bilang sama mbak susternya, nanti akan diminta untuk mengisi formulir (hanya untuk menulis data diri dan riwayat kesehatan saja, oya siapkan pulpen ya) sertakan pula surat pengantar dari instansi kerja. Nanti suster akan memberikan selembar formulir untuk rontgen (isi nama dan umurnya).
Ruangan untuk rontgen berada di Paviliun Kemuning yang terletak dilantai 1, petunjuknya dari lift langsung belok kiri sampai di pertigaan terlihat deh ruangan dengan pintu dan jendela kaca, masuk deh daftar, bayar biaya tes rontgen sebesar Rp 73,000 dan tunggu dipanggil. Hasil tes rontgen dapat diambil sekitar 1/2 -1 jam kemudian. Lebih baik ditunggu agar sekalian dibawa kembali ke lantai 3 lagi.
Di lantai 3, kita menunggu lagi…banyak-banyak bersabar dan ikhlas deh apalagi kalau jumlah pasien banyak. Sembari menunggu akan diberikan 2 kantong plastik dan tabung plastik untuk tes urine. Kantong plastiknya diberi nama dan instansi ya agar tidak tertukar. Toilet berada di ujung sebelah kanan. 2 kantong plastik tsb, untuk naro tabung urine dan darah (kantong plastik yang kita pegang hanya yang untuk tabung urine saja, untuk darah disimpan oleh susternya).
Karena lama, tadi bunda dan bunda Afini akhirnya ke kantin dulu kebetulan memang sudah jam makan siang. Kantin posisinya ada dilantai 1 dari lift belok kiri terus (kalau lihat papan petunjuknya sih searah dengan ruang jenazah hiii serem banget deh). Selain isi perut kita juga beli air minum, cemilan dan tabloid pokoknya siap tempur deh
Untungnya saat kita kembali lagi ke ruangan sudah sepi hanya tinggal beberapa pasien jadi cepet proses tes darahnya. Setelah itu kita bayar biaya tes darah yaitu Rp 239,000 (mahal disini nih sepertinya). Suster memberitahukan ke kita berdua untuk kembali lagi lusa, hari Kamis untuk wawancara dengan dokter dan memang hasil semua tes tadi baru ketahuan di hari Kamis. Siapkan juga uang untuk biayanya.
Tips-tips selama menjalani tes kesehatan selain yang terpenting menjaga kondisi kesehatan tubuh agar hasilnya baik ada tambahan beberapa hal yang remeh seperti siapkan uang pas (uang ribuan, pecahan kecil) karena susah dapat kembalian; bawa pulpen; bawa air minum, cemilan, bacaan untuk mengisi waktu selama menunggu (kebetulan tadi bunda menjalani tes darah yang ga perlu puasa jadi boleh ngemil).
Tambahan posting, ternyata tes kesehatan tidak dapat berlangsung dalam 1 hari saja jadi Kamis kemarin bunda kembali datang ke RSCM untuk wawancara dokter alias periksa ke dokter. Biaya periksa adalah Rp 78,500. Hasil tes kesehatan tidak dapat diketahui oleh peserta tes karena akan dikirimkan oleh pihak RSCM ke Biro SDM tapi kemarin bunda sih sempat intip-intip kertas hasil tes kesehatan yang tergeletak di meja pak dokter
kalau ga salah lihat (soalnya dibaca dalam posisi terbalik) hasilnya masih dalam range normal berarti sehat. Amin.
Info terakhir, ternyata formulir DP3 sudah diedarkan ke setiap unit kerja ini berarti akan segera dilaksanakan penilaian pelaksanaan pekerjaan oleh atasan….hmmm bunda berdoa semoga hasil penilaiannya bagus. Amin.
Sedikit bercerita mengenai oleh-oleh khas Medan. Beberapa minggu lalu ayah dinas luar kota ke Medan selama 5 hari, untungnya ayah pulang membawa oleh-oleh tidak hanya baju kotor
sebenarnya mungkin tidak diniatkan untuk membawa oleh-oleh tapi karena teman kerjanya nitip ya sekalian aja.
Oleh-oleh khas Medan tuh sebenarnya banyak ada sirup markisa, manisan jambu bangkok, teri medan, teng-teng kacang, jus terong belanda, kopi sidikalang, bika ambon, bolu gulung Meranti, dll (google saja sendiri ya…); ayah hanya membeli 2 macam oleh-oleh yaitu bolu gulung Meranti dan bika ambon Zulaikha.
Bolu Gulung Meranti, Jl. Kruing 2K – Medan, Telp: 061-453-8217. Ayah membeli yang Standar Swiss Roll rasa Keju, menurut bunda untuk rasa bolunya sendiri biasa (untuk ukuran rasa menurut standar kota Jakarta), manis; kelebihannya dikejunya banyak banget tapi kalo kebanyakan makan bikin eneg cocok disantap dengan teh pahit.
Bika Ambon Zulaikha, Jl. Mojopahit No. 62, Telp: 061-452-8181. Bika Ambon yang dibeli oleh ayah adalah Bika Ambon rasa Durian, enak ada aroma dan sedikit rasa durian.
Mengutip tulisan Pak Bondan Winarno secara acak lengkapnya baca disini:
Industri oleh-oleh merupakan subsektor ekonomi yang sangat khas Indonesia. Di bagian dunia lainnya, jarang sekali saya melihat fenomena ini. Di Amerika Serikat, misalnya, beberapa kota besar memiliki ikon kuliner yang cukup populer. Tetapi, hampir semuanya merupakan makanan yang harus disantap di tempat. Takeaway hanya sebatas membawa makanan dari restoran ke rumah, bukan dari satu kota ke kota lain. Hal yang sama juga berlaku di Eropa. Bahkan di negara-negara Asia yang lain pun saya belum melihat tradisi berbelanja oleh-oleh seperti di Indonesia.
Justru karena merupakan satu hal yang sangat khas, mestinya sektor bisnis oleh-oleh ini harus dipikirkan lagi secara selangkah ke depan, khususnya untuk memberi kemudahan bagi konsumen yang pada gilirannya pasti akan menggelembungkan nilai ekonominya. Bayangkan, bila setiap penumpang pesawat terbang menenteng satu kemasan oleh-oleh dari setiap bandara pemberangkatan, berapa nilai ekonomi baru yang dapat dibangkitkan? Apalagi bila dipikirkan pula sistem produksinya secara bertingkat agar menguntungkan para pelaku ekonomi golongan kecil dan menengah. Ekonomi rakyat di bidang kuliner adalah kekuatan kita sejak dulu.
Yang juga sangat perlu dipertimbangkan adalah kemasan serta usia produk. Alangkah kecewanya kita bila membawa ayam panggang kalasan yang ternyata sudah basi ketika tiba di rumah. Berbagai jenis kue basah juga cukup rentan terhadap waktu, sehingga perlu ditangani secara khusus. Klappertaart dari Manado repot dibawa untuk perjalanan jauh.
Setuju banget kan baca tulisannya Pak Bondan? ayo kita kembangkan dan tingkatkan industri kreatif bidang oleh-oleh!
ps: dari cerita oleh-oleh khas Medan koq melebar hingga industri kreatif bidang oleh-oleh? sebenarnya ini pesan bunda untuk ayah agar setiap dinas luar kota ya bawa buah tangan gitu ga harus makanan, kan bisa kain tradisional khas daerah tsb, kerajinan tangan lainnya atau cerita pengalaman disana juga gapapa-lah
Entah dari mana awalnya Hamad suka sekali dengan mbrum…
Mbrum adalah mobil, mau mobil sedan, angkot, metro mini, truk sampah, truk trailer/truk kontainer semua disebutnya mbrum.
Mungkin karena ayah+bunda terlalu banyak membelikan mainan mobil-mobilan? sebut saja ada truk trailer hadiah ultah pertama dari Pakde Bekasi, dump-truck kuning dan mobil balap beli di Pasar Gembrong, kereta mobil beli di ITC, truk kuning (lagi) beli di Ciamis, bulldozer punya tetangga
, sedan balap beli di depan Islamic (kondisinya sudah hancur dipretelin). Padahal dulu bunda memperkenalkan bola sebagai mainan pertamanya, sekarang main mobil sambil pegang bola
Bangun tidur langsung bilang mbrum; lihat majalah/tabloid/koran langsung cari mbrum, buka laptop/komputer pengen lihat mbrum; jalan-jalan dengan motor ayah, jarinya nunjuk-nunjuk ke mbrum; keliling komplek rumah dengan sepeda yang dicari mobil tetangga yang sedang parkir atau sengaja berpapasan dengan mobil, mendengar suara mesin mobil saja bisa mengalihkan perhatiannya
Untuk memuaskan hasrat Hamad akan mbrum selain membelikan mainan mobil-mobilan, ayah+bunda juga membelikan buku tentang transportasi, tabloid otomotif, majalah autobild bekas, temenin Hamad buka website ferrari dan berbagai merek mobil lainnya, cari group car di flickr (di-slide show agar terlihat berbagai macam foto mobil yang ada), search di google image atau bing, membelikan dvd Finley The Fire Engine.
Ayah+bunda memang memiliki rencana untuk membeli mobil pribadi (Amin…semoga lekas terwujud) tapi masih dalam tahap hunting santai menyesuaikan dengan budget selain itu harus merenovasi halaman depan rumah apabila kesampaian beli mobil soalnya rumah tidak ada garasi jadi harus menyingkirkan beberapa tanaman dan bangku depan teras rumah. Kalau seperti ini sepertinya bukan cuma Hamad yang suka mbrum, ayah+bundanya juga pengen
ps: gambar diambil dari sini
Minggu kemarin suhu badan Hamad meningkat, bikin bunda khawatir padahal aktivitas Hamad berjalan normal usut punya usut ternyata sedang tumbuh gigi dan tidak tanggung-tanggung 5 gigi sekaligus
jadi total giginya sekarang adalah 12.
Tumbuh gigi menjadikan Hamad lebih lancar dalam berbicara dan lebih dimengerti (khususnya bagi bunda). Kata-kata apa saja yang sudah dapat diucapkan dan Hamad mengerti artinya antara lain: jatoh-jatuh; brum-mobil; uwe-kue; num-minum; mam/mamam-makan; ua(r)-keluar; wit-duit; tu-itu/disitu; yayah-ayah…baru sedikit ya?
Tapi ada kalanya bunda tidak dapat menterjemahkan apa yang diucapkan oleh Hamad seperti kata NU dan NI. Dua kata ini seringnya muncul apabila Hamad sedang rewel, terbangun dari tidur. Akhirnya yang bisa bunda lakukan adalah menawarkan segala hal seperti menawarkan kue/air minum, mengajak ke kamar mandi, menyetelkan dvd, mengajak keluar kamar/rumah, dll pokoknya sampai tangisannya terhenti
Selain kemampuan bahasa ada lagi kemampuan kebiasaan baik (duh, gak tau apa istilahnya) seperti:
- Bila Hamad hendak mandi dia bisa mengambil sendiri handuknya, menaruh baju kotor ke ember dan langsung menuju ke kamar mandi dan ambil sabun, sikat gigi, shampo untuk dicemplungin ke bak mandi…hehehe yang terakhir disebutin tidak termasuk kebiasaan baik ya?
- Bila hendak makan, dia akan mengambil sendiri piring plastik di lemari piring kemudian menyodorkan ke bunda atau simbak untuk diambilkan nasi dan lauk pauknya. Posisi lemari dan tempat penyimpanan piring memang dapat dijangkau olehnya tapi posisi magic jar di meja makan lebih tinggi.
- Setiap sehabis minum susu dari botol atau minum air putih dari gelas, dia akan meletakkan botol atau gelas tsb diatas meja makan walaupun kaki mungilnya harus jinjit lalu dia sorongkan botol/gelasnya sehingga botol/gelas tidak terletak dipinggir meja agar tidak jatuh atau tersenggol orang dewasa. Kadang dia lupa atau sengaja tidak menaruh kembali gelas minumnya tapi tangannya dimasukkin ke dalam gelas terus mulai menciprat-cipratkan air ke karpet atau mainan mobil-mobilannya dan pernah juga bunda mergokin Hamad menciprat-cipratkan air di gelas ke motor ayah (maksudnya mau nyuci motor kali).
- Membantu bunda mengeluarkan keranjang pakaiannya di pagi hari. Pakaian harian Hamad bunda taruh di keranjang pakaian yang setiap pagi dikeluarkan dari kamar dan malam harinya dimasukkan lagi ke kamar jadi simbak ga perlu masuk ke kamar kita. Di pagi hari saat keluar dari kamar, bunda bawa keluar pakaian kotor (kena ompol) Hamad; botol susu; botol air putih atau mainan yang dibawa masuk dan juga tidak lupa keranjang pakaian Hamad biasanya untuk keranjang pakaian tidak perlu diangkat-angkat cukup didorong pakai kaki
dan atas kemauan Hamad sendiri biasanya dia dorong keranjang pakaian tsb menggunakan kedua tangannya. Kekuatan tangan Hamad boleh dibilang lumayan strong hehehe selain keranjang pakaian, Hamad juga sering angkat-angkat mainan keledai karet, keranjang mainan, dan mainan mobil balapnya. Untuk mainan mobil balapnya biasanya Hamad angkat dari dalam rumah ke luar rumah karena lantai teras lebih tinggi daripada lantai dalam atau saat mobil balapnya tidak bisa belok ya diangkat saja oleh Hamad. - Mengambil sandal/sepatu sendiri. Hamad cukup handal untuk dapat mengambil sandal/sepatu sendiri masalahnya bunda belum menempatkan koleksi sandal/sepatunya dalam satu rak sepatu khusus milik Hamad jadi sering kali begitu dia diminta untuk mengambil sandal/sepatu dia langsung lari ke dalam tapi kebingungan karena sandal/sepatunya ada yang nyelip dibawah meja makan atau di rak tv.
Kemampuan Hamad seperti diceritakan tadi memang bikin bunda bangga karena ada beberapa kemampuan yang dapat Hamad kerjakan atas inisiatifnya sendiri, bikin kita kagum deh tapi ya itu kadang keluar juga manjanya maunya diladenin atau keluar deh bahasa planet NU dan NI yang bikin bingung bunda karena gak tau maunya apa sedangkan bunda sudah menyodorkan beberapa pilihan tetapi Hamad tetap rewel.
Hari ini Hamad genap berusia 1.5 tahun atau dengan kata lain 18 bulan. Padahal…
21 April 2008; bunda pengen juga melahirkan di tanggal ini agar mudah mengingat tanggal kelahirannya yang sama dengan Ibu Kartini tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda melahirkan…
23 April 2008; bunda tetap beraktivitas seperti biasa, tetap berangkat kerja diantar oleh ayah dengan mengendarai sepeda motor (we are bikers family
) dan naik tangga menuju ruang kerja di lantai 3.
Bagi ibu hamil apalagi saat hamil tua memang biasa banget bolak-balik ke toilet, pagi itu bunda juga tuh tapi koq berasa keluar lendir bening seperti keputihan ya? banyak lagi, agak was-was juga. Tanya ke rekan-rekan kerja gak ada yang mengalami hal tsb…duh ada apa ya? sepengetahuan bunda tanda-tanda melahirkan adalah kontraksi dan pendarahan. Rekan kerja ada yang menyarankan jangan khawatir, tenang dan duduk diam dulu.
Bunda telepon ke klinik bidan tempat periksa kehamilan dan bunda diminta periksa ke klinik untuk memastikan, oke bunda langsung telepon ayah minta dijemput dan bunda minta izin ke bos via skype
berhubung beliau belum datang. Pulanglah kita ke klinik bidan, tetap dengan naik sepeda motor.
Setiba di klinik, sempat menunggu pula bunda akhirnya diperiksa tingkat keasaman lendir tsb yang ternyata adalah air ketuban. Bidan menyarankan bunda diinduksi karena tidak ada tanda-tanda kontraksi sedangkan ketuban sudah pecah yang bila dibiarkan saja akan membahayakan nyawa bayi. Diinduksi itu bunda disuntik diransang untuk berkontraksi alias kontraksi buatan. Rasanya? awal-awal sih tidak terasa tapi selanjutnya sakit banget tidak bisa diungkapkan deh
bunda diinfus sejak pukul 11-12 siang dan melahirkan pada pukul 10.25 malam.
Ayah yang sedianya akan mengabadikan proses kelahiran Hamad dengan handycam malah ikutan panik
bunda bahagia dapat melahirkan dengan didampingi oleh ayah walaupun tidak ada Mama yang nun jauh di Qatar.
Semua rasa sakit tersebut hilang saat Hamad lahir dan menangis untuk pertama kalinya…lega banget. Tanpa dimandikan hanya dibalut kain flanel Hamad langsung diletakkan di dada bunda untuk merasakan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) sayangnya ASI belum keluar
meskipun demikian Hamad S1 ASI Eksklusif lho…
Itu sedikit flashback dari bunda biar gak lupa bagaimana proses kelahiran Hamad.
Bagaimana dengan perkembangan Hamad? postingan berikutnya saja ya…
keterangan foto: jas hujan rosida, magic roaster, baby harness
3 pilihan barang mewakili 3 keperluan bunda saat ini, jadi bingung mana yang harus didahulukan. Coba diuraikan di bawah ini:
- Jas Hujan, sebagai seorang bikers
*lebay mode on* menjelang musim hujan ini harus memiliki sepasang jas hujan. Jas hujan yang kita miliki ada yang hilang dicuri orang karena dibiarkan tergantung di motor saat parkir, ada juga yang jahitannya robek. Ada sih jas hujan polisi yang modelnya seperti inspector gadget tapi berat, ribet dan tubuh bagian bawah tetap kebasahan. Beberapa waktu yang lalu saat belanja bulanan di Tip Top Rawamangun kita ada beli jas hujan mereknya Rosida dan memang kualitasnya bagus eh tapi jas hujan tsb ternyata dipake sama ayah
. Bunda ada rencana mau beli jas hujan merek Rosida juga secara online via FJB Kaskus dan harga+ongkirnya sama saja seperti kita beli sendiri di toko. - Magic Roaster, kalo yang ini adalah alat bakar ikan di kompor gas. Bunda lagi pengen melengkapi koleksi alat dapur nih (halah kayak ibu-ibu banget) dan bunda tuh suka banget sama masakan yang caranya dibakar gitu ‘kan bosan digoreng mulu. Minggu kemarin saat jalan-jalan di supermarket Diamond-Mall Artha Gading ada lihat alat ini, ada dua macam yang aluminium Rp 80-ribuan dan yang anti lengket harganya Rp 100,000. Kemarin sih masih mikir-mikir antara pengen beli atau tidak eh sekarang pas ada uangnya jadi pengen. Rencananya sepulang kerja kan kelewatan tuh mall, sekalian saja mampir cuma masalahnya harus nyebrang jalan dan banyak jalan kaki karena jarak jalan raya ke mall lumayan jauh. Pengennya sore ini kesana karena Sabtu/Minggu kan waktunya bunda beli ikan biar langsung dipraktekkan
- Baby Harness, buat yang melihatnya mungkin akan beranggapan, “ihhh kayak hewan piaraaan aja diiket gitu” tapi bunda punya alasan kenapa pengen beli baby harness yaitu agar saat kita berjalan bersama anak seperti di mall, kita tetap “tersambung” dengan anak kita. Tau sendiri kan memasuki masa toddler anak kita maunya jalan sendiri terus karena tertarik dengan pemandangan yang dilihatnya di mall maka memisahkan diri dari kita makanya untuk menghindari anak hilang perlu dibeli baby harness ini. Bunda cari alat ini via Multiply, ini salah dua penjualnya adekmungil atau astroshop. Masih pikir-pikir beli atau tidak karena bunda jarang ke mall (hehehe) dan Hamad kadang pengennya digendong
.
Nah, mana nih yang harus dibeli? semuanya
ga sekaligus lah. Kalau sempat bunda review disini









