Liburan Tahun Baru Hijriyah

2009 Desember 19

Untuk mengenalkan alat transportasi udara kepada Hamad, di hari libur Tahun Baru Hijriyah ini kita sengaja pergi ke bandara…hehehe niat banget ya!

Kita menuju terminal 3 dan duduk di ruang tunggu penjemput yang terletak di depan terminal 3 hanya untuk dapat melihat pesawat. Sebenarnya best view pesawat adalah diantara terminal 1 ke terminal 2 dan antara terminal 2 ke terminal 3 dari pinggir jalan kita bisa melihat pesawat dengan jelas, sayangnya mobil tidak boleh berhenti. Triknya mobil berjalan pelan dan langsung menyebut dan menunjukkan lokasi pesawat tsb berada kepada Hamad.

Kita memang niat banget ke bandara, dari rumah langsung menuju tol lalu masuk ke bandara dan hanya mampir sekitar setengah jam saja di terminal 3. Terlihat di raut wajah Hamad kebingungan saat di tol koq dari tadi pemandangannya hanya jalan dan mobil :-)

Sepulang dari bandara kita meluncur ke rumah Tante Yun di daerah Pondok Gede, tujuan kita untuk silaturahmi dan juga mengantarkan sarung mobil pesanannya. Sewaktu SMP di Purwokerto bunda pernah menumpang di rumah Tante Yun yang merupakan istri dari Om Jadi adik bapaknya bunda. Om Jadi sudah meninggal beberapa tahun lalu dan Tante Yun memutuskan untuk pindah ke Jakarta karena memang aslinya tante orang Jakarta.

Di rumah tepatnya ruko milik Tante Yun kita menikmati soto lamongannya yang enak, melanjutkan usahanya di Purwokerto Tante Yun membuka rumah makan dengan menu andalan soto lamongan. Bunda salut kepada Tante Yun, usahanya sungguh luar biasa beliau harus menanggung biaya sekolah keempat anaknya dimana tiga diantaranya kuliah dan yang satunya lagi SMP. Maju terus usahanya, Tante!

Pulang dari rumah Tante Yun kita tidak langsung menuju rumah tetapi mampir dulu ke rumah Om Domas teman kerja ayah dulu di Sunter, kebetulan rumahnya masih di sekitar Pondok Gede. Hamad disini senang karena bisa bermain dengan anak sebayanya yaitu Sabila anak om Domas dan tidak lupa ikut mengganggu Sabat adik dari Sabila yang baru berusia 5 bulan. Hamad kan mau punya dedek…

Oleh-oleh Balikpapan

2009 Desember 15

Sekedar mengingatkan oleh-oleh yang dibawa ayah sepulang dari Balikpapan adalah:

  1. Amplang Belida & Amplang Kepiting. Produksi Usaha Ayu, Jl. Jend. Sudirman No. 18 RT 40 Stal Kuda – Balikpapan. Telp. 0542-763-025. Menurut bunda lebih enak dan kriuk Amplang Belida daripada Amplang Kepiting.
  2. Gabin Keju. Produksi Lido Biscuit Samarinda. Gabin itu sejenis cracker beraroma keju tapi lembut, mudah hancur dan pastinya enak!

Dulu waktu kecil sepertinya belum ada deh oleh-oleh yang disebutkan diatas malah dulu kebanyakan snack impor dari Malaysia.

Kesan ayah mengenai kota minyak alias Balikpapan adalah kota yang bersih bayangkan saja jalan raya dipel! sudah seperti di Singapore. Tidak ada sampah, diterapkannya peraturan Pemda dengan baik (wow, ini sisi baik otonomi daerah) tapi sayangnya biaya kehidupan disana mahal mungkin disebabkan banyaknya ekspat sehingga mempengaruhi ekonomi daerah dan juga seperti diketahui semakin ke Timur bagian Indonesia maka akan semakin mahal biaya kehidupannya.

Berenang dan Panas Dalam

2009 Desember 15

Minggu 13 Desember 2009 kemarin, kita sekeluarga + simbak + bude Cakung dan 2 anaknya (Amanda & Aurora) berenang bersama di Waterland.

Waterland? taman rekreasi air dan kolam renang yang terletak di dalam perumahan Menteng Metropolitan, Cakung – Jakarta Timur. Keterangan lengkapnya lihat disini.

Ini kali kedua Hamad berenang, yang pertama saat di Hotel Santika Bogor dan berakhir dengan sakit Rubella alias Campak Jerman. Demi mengenalkan olahraga renang, ayah+bunda mengajak Hamad kembali ke kolam renang dan pastinya Hamad dalam kondisi sehat. Ide berenang sudah muncul beberapa minggu sebelumnya tapi berhubung lutut Hamad sedang luka akibat jatuh akhirnya ditunda sampai lukanya benar-benar sembuh.

Persiapan berenang siapa lagi kalo bukan bunda yang menyiapkan. Mengingat-ingat dimana menyimpan balon pelampung renang, menyiapkan baju ganti, cemilan,  dan perlengkapan lainnya… :-)

Simbak pun bunda paksa ikut walaupun awalnya ogah-ogahan (dia pengen di rumah aja) tapi siapa yang menolak kalau bunda bilang, “terserah nanti mau berenang atau jungkir balik disana” :D eh benar saja yang ada kita terpisah dengan simbak dan dia asyik berenang dibawah gerojokan air.

Awalnya bunda hanya menjadi juru foto saja, rasanya malas ikutan berenang (bunda ga bisa berenang) tapi Hamad ternyata nangis diajak ayah berenang di kolam seluncur mungkin kaget mendengar suara gerojokan air dan merasa tidak nyaman karena tidak menginjak lantai kolam. Ya sudah, bunda jadi ikutan nyebur kolam sambil menggendong Hamad mengajaknya untuk menaiki pelampung bebek tapi dia menolak padahal sudah ditunjukkan atraksi ayah dengan pelampung dan juga atraksi dari saudara sepupunya, Amanda dan Aurora. Yang ada Hamad tetap bersikukuh untuk hanya duduk dipinggiran kolam saja.

Melihat hal tersebut, ayah+bunda berinisiatif mengajak Hamad ke kolam jamur yang menyerupai pinggiran pantai dan suasananya lebih tenang. Berawal dari tepi kolam dan beringsut ke tengah kolam yang dalamnya mencapai leher Hamad akhirnya mau juga Hamad nyebur kolam renang tapi bukan untuk berenang melainkan untuk berjalan di dalam air :D biarinlah pelan-pelan mengajarkan Hamad berenang dan untuk berenang berikutnya bunda harus menyiapkan jaket pelampung atau arm-band pelampung karena pelampung bebeknya hingga acara berenang selesai tidak kunjung dipakai.

Sedihnya, sepulang dari berenang badan Hamad panas sekali dan setelah diperiksakan ke dokter ternyata sakit panas dalam dan Senin kemarin bunda izin tidak masuk kerja. Gara-gara keasyikan berenang dari pagi hingga siang hari  nih :-( alhamdulillah sekarang sudah sembuh dan semoga ga kapok untuk belajar berenang lagi.

Hamil Kedua

2009 Desember 4
oleh hamadaa

Status Twitter hamadaa: insyaallah, i am pregnant for the second time :)

Syukur alhamdulillah, bunda dipercayakan oleh Allah untuk hamil lagi. Memang bunda sudah telat datang bulan, jujur bunda ga ngapalin tanggal hanya berpatokan dari simbak dan adik bunda sudah menstruasi sedangkan bunda koq belum tapi dibawa santai saja karena berpikiran ahh biasanya kan maju atau mundur bisa semingguan.

Teman kerja usil bilang, “perut mbak nov koq gemukkan? hamil ya?” duh ini nanya, ngejek atau nuduh. Terbawa kata-kata teman akhirnya pulang kerja bunda mampir ke apotek untuk membeli alat tes kehamilan. Pagi harinya, ketauan deh POSITIF…wah ada turunan Mama Loren temanku itu.

Bunda ga langsung gembira membaca hasil alat tes kehamilan tsb, bunda malah memikirkan usia Hamad baru 19 bulan berarti hanya berjarak 28 bulan terlalu dekat ga ya? ntar timbul sibling rivalry ga ya? banyak kekhawatiran muncul dibenak bunda. Apalagi memang akhir-akhir ini Hamad menunjukkan tanda manja, cengeng, cemburuan dan maunya hanya dengan bunda. Insting anak lebih tajam sepertinya, dia tau akan hadirnya adik baru.

Ditengah kekhawatiran ini bunda merindukan ayah yang sedang tugas luar kota di Padang, mau ngomong ditelepon koq rasanya aneh mending nunggu ayah pulang saja. Kamis malam, ayah pulang tapi karena lelah bunda menunggu untuk bicara hingga keesokan paginya dan ayah bahagia tuh, katanya ga perlu merisaukan jarak anak yang terlalu dekat sudah cukup koq, tinggal mendidik Hamad untuk menjadi kakak yang baik…I love you, ayah

Hamad Minta Duit!

2009 Desember 2
oleh hamadaa

Jangan pernah pamerin uang koin apalagi uang kertas di depan Hamad, pasti dia akan minta sambil bilang uwiss…uwiss alias duit. Dududuh, kenapa jadi mata duitan ya?

Mengapa Hamad suka dengan uang? kemungkinan besar dikarenakan hampir setiap minggu bunda ajak Hamad ke pasar dan juga bunda sering mengajaknya ke ATM. Di pasar, Hamad melihat bunda bertransaksi jual beli dan sekarang setiap akan membayar ke penjual bunda ajarkan Hamad untuk membayar dan menerima kembalian dari penjual tsb. Sedangkan di ATM, sebenarnya membutuhkan keahlian lebih untuk bertransaksi via ATM sambil menggendong Hamad…repot pisan! Hamad maunya ikutan mencet tombol di mesin ATM dan tangannya juga ikutan menadah dibawah loket tempat keluar uang yang tentunya bunda jauhkan tangannya karena khawatir terjepit.

Mainan tidak lazim yang dimiliki oleh anak-anak seumuran dengannya adalah celengan koin. Awalnya bunda hanya menyodorkan celengan koin tsb untuk menghibur Hamad eh malah kesenangan dia. Celengan koin tsb terbuat dari plastik yang bunda beli dari tukang peralatan RT keliling. Bunda peragakan cara memasukkan koin, Hamad mengikutinya. Karena kehabisan koin akhirnya dibobollah celengan tsb, bunda kocok-kocok celengan tsb agar uang koin keluar kemudian bunda masukkan kembali ke dalam celengan. Hamad ikutan aksi bunda ditambah sedikit dramatisasi yaitu jari tangannya kejepit celengan untuk menarik perhatian bunda :D

Kesukaan Hamad akan uang kertas adalah setelah mendapatkan uang kertas tsb lalu uang tsb diremas dalam tangan mungilnya hingga kusut malah awalnya dirobek tapi setelah dinasehati sekarang uang kertas tsb hanya dikuwel-kuwel saja.

Pernah Hamad melihat gambar uang kertas di majalah dan dia kesal hingga nangis karena uang tersebut tidak bisa diambil olehnya :D akibatnya robeklah halaman majalah tsb.

Ada rasa was was dalam hati bunda mengenai perkenalan Hamad dengan uang, bunda takut akan memberikan uang dengan mudahnya hanya sekedar untuk menghibur Hamad, menghindar dari rajukannya, menyenangkan hatinya…bunda ingin mengajarkan Hamad mengenai uang dengan tepat.

Hamad & Libur Idul Adha

2009 November 28
oleh hamadaa

Selamat Idul Adha!

Sudah lama Hamad tidak mendominasi blog ini…dibajak oleh bundanya sendiri :D oke sekarang cerita mengenai Hamad dan Idul Adha. Sayangnya, tadi pagi ayah+bunda dan Hamad tidak sholat Id dikarenakan terlambat :-( padahal bunda sudah mendandani Hamad bak dai cilik memakai baju koko batik yang dibeli di pameran batik, itu pun hanya bajunya saja sedangkan celananya masih kepanjangan alhasil diganti dengan celana lain.

Untuk menghibur hati, bunda ajak Hamad ke masjid kompleks untuk melihat kambing dan sapi qurban…senang sekali Hamad menunjuk, memanggil dan menirukan suara hewan qurban tsb padahal sebelumnya acara jalan-jalan melihat hewan qurban sudah dilakukan berulang kali.

Agenda kami selanjutnya adalah ke rumah kakek (adik bungsu bapaknya bunda) di Bekasi untuk mengambil mobil yang kami titipkan semenjak hari Minggu lalu. Kami berangkat naik angkutan umum dan sepanjang perjalanan Hamad tertidur pulas, pantas saja tadi dia terbangun jam 5 pagi.

Sampai di rumah kakek ternyata ada Farrel, cucu kakek yang usianya sepantaran tapi lebih tua dari usia Hamad, bermainlah mereka walaupun Farrel lebih menguasai permainan yang ada. Jelas saja Hamad kan cuma tamu dan meminjam mainannya Farrel. Awalnya Hamad lebih banyak mengalah tetapi akhirnya melawan juga…hehehe bunda diamkan dulu perlawanannya pengen tau seberapa beraninya Hamad.

Kejadian bermula di kandang kelinci milik Jelita (cucu dari saudaranya nenek). Minat Hamad kepada kelinci terbatas hanya ingin menyentuh dan memberikan makan saja sebelum Farrel mengajarkan Hamad cara membuka pintu kandang kelinci yang memang tidak dikunci jadi dibuka dengan cara menggeser ke atas pintu tsb. Dengan cepatnya Hamad menirukan apa yang diajarkan Farrel menggeser pintu kandang untuk dapat melihat kelinci dengan lebih jelas eh eh eh Farrel memblokir pintu kandang dengan menahan kakinya sedangkan Hamad sedang asyik-asyiknya menggeser ya sudah terjadilah keributan dan perlawanan dari Hamad. Pada akhirnya bunda melerai mereka dan tidak lama kemudian mereka sudah baikan lagi :D

Ada yang lucu saat di kandang kelinci, masa Hamad menyebut kelinci dengan meong dikiranya sama seperti kucing kali ya…bunda sudah pernah memperkenalkan kelinci kepada Hamad tapi mungkin karena sepintas dan jarang melihat lagi ya lupa sedangkan kucing? Opa, tetangga depan memelihara kucing yang setiap hari bermain di teras rumah kami.

Hamad juga tumben merasa kepengen dengan es krim yang sedang dimakan oleh Farrel maka sembari mencoba mobil kami beli es krim di mini market terdekat tak lupa kami belikan pula es krim untuk Farrel dan Jelita agar tidak ada yang iri satu sama lain. Makan es krim tidak sekaligus habis, selesai makan nasi dan bunda telah mengganti baju Hamad eh dia ambil lagi cup es krimnya dan belepetan lagilah baju yang baru diganti…ugh kesal deh cadangan baju bersih hanya tinggal 1 stel.

Dari rumah kakek kami melanjutkan silaturahmi ke rumah pakde & bude (kakak dari ayah). Rumah pakde di komplek PU sedangkan rumah bude di Cakung. Di rumah pakde hanya ada pakde seorang itupun akan berangkat kerja (istri pakde & anak-anak sedang ke rumah nenek mereka) sedangkan di rumah bude sedang ada pemasangan plafon rumah dan anaknya bude sedang tidur siang. Dari rumah pakde ke rumah bude sengaja kami lewat tol.

Biasanya Hamad tertidur dalam perjalanan, di tol dia malah senang melihat mobil-mobil yang lewat, bermain cilukba saat melewati terowongan, menganggukkan kepala saat mendengarkan radio, menirukan suara mobil, dan asyik bernyanyi sendiri :D

Probolinggo dan Baturaja

2009 November 26

Kalau bunda hanya bisa puas dengan tugas luar kota di Bogor atau Bandung lain halnya dengan ayah, dua minggu sekali bisa keluar kota, beda provinsi, beda pulau pula.

Saat bunda ultah eh ayah malah tugas di Probolinggo, sudah gitu pulangnya gak dibawain oleh-oleh pula (ucapan selamat ultah dapat sih…) dan biasanya selalu ada hal yang diceritakan, ini malah ga ada berarti Probolinggo standar aja nih kurang menarik. Harus googling dulu kali ya biar tau keistimewaan Probolinggo. Sepintas Probolinggo malah terdengar seperti Purbalingga, itu mah dekat kampung bapaknya bunda di Purwokerto-Kabupaten Banyumas.

Sore ini ayah baru pulang dari Baturaja, Palembang. Jarak Baturaja sekitar 4-5 jam perjalanan darat dari Palembang. Kata ayah, bosan disana makan pecel lele terus ga ada makanan lainnya. Ah biarin aja ayah kebosanan yang penting pulangnya bawa oleh-oleh Mpek-Mpek (wow…banyak pengulangan kata). Katanya ini mpek-mpek terenak di Palembang dan masih fresh bikinnya tadi pagi.

Catat ya alamat Mpek-mpek Candy ada di:

  • Jl. Kapten A. Rivai No. 260, Palembang. Telp: 0711-318-246 Fax: 0711-360-319
  • Jl. Jend. Sudirman No. 149/8 (samping RS Charitas), Palembang. Telp: 0711-363-222/372-121
  • Jl. Jend. Sudirman No. 21 Km 4 (depan Polda), Palembang. Telp: 0711-373-765
  • Jl. R. Soekamto No. 53 (depan Novotel), Palembang. Telp: 0711-375-903
  • Jl. Jend. A. Yani No. 9/10 Plaju (samping PTUN), Palembang. Telp 0711-515-870/515-880
  • Jl. Jend. Sudirman No. 116, Prabumulih. Telp: 0713-321-063

Pengennya setelah buka puasa makan mpek-mpek tapi ternyata kekenyangan ya udah disimpan dulu buat besok :-) .

Jadwal tugas luar kota ayah untuk bulan Desember adalah Balikpapan & Palopo. Rasanya pengen ikutan deh ke Balikpapan, bunda kan pernah tinggal disana selama 3 tahun saat kelas 2-4 SD dan sekarang kota Balikpapan mengalami banyak perubahan.

Bunda juga sudah googling oleh-oleh khas Balikpapan adalah amplang kuku macan semacam kerupuk. Souvenir lainnya yang lebih khas adalah aksesoris manik-manik, miniatur senjata Dayak, baju adat Dayak. Kalau bunda nitip dibelikan aksesoris pastinya ayah malas untuk memilihnya, bunda sudah bilang minta dibelikan baju adat Dayak untuk Hamad. Biarin mahal yang penting kan orisinil, khas Dayak dan siapa tau terpakai oleh Hamad nanti saat TK untuk karnaval :D :D :D beliin ya ayah, kan jarang-jarang ke Balikpapan…

Rakor Bogor

2009 November 20

Lagi lagi kembali ke Bogor :-)

Rabu, 18 November 2009 lalu bunda berangkat ke Bogor untuk mengikuti rapat koordinasi lebih tepatnya untuk membantu mempersiapkan acara rapat tsb. Kita menginap di Hotel Novotel Bogor, hotel bergaya tropis-mediteranian (coba Hamad diajak ya…). Hotel ini lokasinya strategis, keluar pintu tol belok kiri dan kemudian memasuki kompleks Bogor Raya yang didalamnya ada sekolahan, perumahan mewah, lapangan golf, hotel dan danau wow lengkap deh sayangnya jarak tempuhnya lumayan jauh sehingga hanya orang-orang yang berkendaraan saja yang dapat mengaksesnya.

Namanya juga orang kota, menginap di hotel bagus tetap saja mencari tempat hiburan yang tidak lain tidak bukan adalah Mall maka saat acara rapat telah selesai, bunda dan mbak Iis pergilah ke Botani Square (BS). Sebenarnya ke BS lebih untuk jalan-jalan saja, mau makan kan sudah kenyang sama makanan hotel :-) ya kita lihat-lihat bazaar di mall tsb yang kebanyakan baju batik. Kita juga sempat memergoki artis Gery Iskak dan pacarnya yang main di film Jomblo (hasil searching google = Richa Novisha) walaupun bunda bawa kamera digital rasanya ga pengen tuh foto bareng mereka :D , kita malah sibuk menggosipkan seperti ini, “kasihan ya pacarnya diajak belanja baju di bazaar sudah gitu pake acara nawar lagi” hehehe…

Di BS kita mampir ke Serambi Botani, tokonya anak-anak IPB dengan produk organik dan herbal tapi ada juga koq kue seperti brownies singkong. Oya, di bazaar bunda hanya beli Boneka Horta berbentuk sapi itu lho boneka yang terbuat dari serbuk kayu dan diberi bibit rumput. Menurut petunjuknya, (1) boneka direndam dalam air selama sekitar 1 jam dalam posisi terbalik (2) angkat dan letakkan boneka pada wadah (3) siramkan air pada badan boneka setiap hari (4) selama seminggu pertama, tempatkan boneka di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung…rumput akan tumbuh setelah 1 minggu dan menurut mbak SPGnya hanya bertahan sekitar 3 bulan saja (kalau ga salah dengar). Sebelum pulang kita mampir ke J.Co beli fro-yo single.

Akhirnya check-out time tiba, sudah kangen Hamad & ayah :-) . Pagi harinya bunda dan mbak Iis sempatkan untuk bersepeda tandem dengan rute menanjak dan menurun yang dilalui dengan tertawa cekikikan dan ngos-ngosan, bayangkan saja  dua orang gemuk bersepeda tandem di track basah dengan sepeda yang kurang nyaman dan insiden celana kesrimpet.

Sebelum kembali ke ibukota tercinta, kita sempatkan belanja oleh-oleh kali ini bunda beli Macaroni Panggang & Lasagna Gulung. Alamatnya di Jl. Salak 24, Telp. 0251-8324-046 (untuk macaroni) / 0251-8377-519 (untuk lasagna). Belum bisa senang bertemu dengan Hamad nih, bunda mampir dulu ke kantor membereskan ini-itu dan menyempatkan posting :D :D :D

Keluyuran

2009 November 17

Sudah beberapa hari ini terutama saat Hamad batuk dan pilek (Alhamdulillah sekarang sudah baikan), Hamad sering terbangun tengah malam dan rewel :-( .

Sudah ditawarin susu eh malah ga mau, sambil nangis dia ngomong, “kluar…kluar…kluar” dan tangannya pun menunjuk-nunjuk pintu kamar masa tengah malam gini minta main di luar sih anakku? akhirnya bunda bawa keluar kamar kemudian ke ruang tengah ambil air minum biasanya dia ikutan minum juga tapi kalo ga mempan bunda ajak lagi ke jendela ruang tamu dimana sebelumnya lampu teras bunda matikan kemudian menasehatinya, “lihat Opa (tetangga depan rumah) sudah tidur, meongnya juga tidur, mbrum (mobil) juga” nah biasanya dia nurutin nasehat bunda dan mengajak masuk ke kamar kembali dan mau minum susu botol. Pernah juga cara tsb ga mempan akhirnya bunda setelkan dvd favoritnya, baru bisa diam deh.

Mbah Kakung pun tak luput menasehati Hamad agar tidur nyenyak jangan rewel minta keluar rumah, kasihan bundanya capek pulang kerja…hehehe namanya anak kecil paling dia hanya diam mendengarkan saja. Memang sih terbangun tengah malam itu bikin sakit kepala. Bunda juga harus jaga emosi jangan sampai kesal karena ulah Hamad ini.

Hamad inginnya bermain bebas, dia sudah pandai membuka pintu pagar dan sering main di rumah Opa tetangga depan yang memang kakek terfavorit di kompleks perumahan. Pokoknya kalau di siang hari Hamad tidak terpuaskan main di luar rumah ya sudah dijamin malamnya rewel. Saat weekend adalah saat tersulit bagi Hamad untuk tidur pagi dan tidur siang, lebih banyak skip tidur pagi dan tidur siang pun hanya bertahan 1 jam. Memang siapa yang tahan tidur siang di kamar yang panas hanya mengandalkan kipas angin? di Priuk gituloh :-) apalagi sebelum musim hujan ini duh mana tahan panas terik matahari.

Bunda melakukan sedikit penelitian mengapa Hamad selalu ingin main di luar rumah? ternyata kesimpulannya karena faktor keturunan khususnya dari Ayah. Begini, mbah kakung pun lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah berkumpul dengan rekan-rekan sebayanya karena tidak ada teman ngobrol di rumah. Di kompleks kami yang merupakan kompleks tentara ini ada pos manula lho! semacam pos hansip tetapi untuk berkumpulnya para pensiunan tentara tsb. Kemudian tidak jauh berbeda dengan ayah di malam hari saat weekend lebih banyak nongkrong di tetangga atau sore harinya nongkrong di bengkel…pantes kan kalau Hamad pengen juga keluyuran main di luar rumah.

Masa sih ga menurun dari kebiasaan bunda? sejak menikah frekuensi jalan-jalan bunda sangat sangat berkurang dulu yang setiap weekend bisa main ke mall dari pagi sampai malam ibaratnya sampai tutup toko! ditambah lokasi rumah yang ribet untuk menuju pusat hiburan karena harus berganti-ganti kendaraan umum bikin bunda mikir-mikir lagi kalau keluar rumah.

Semoga saja keinginannya Hamad bermain di luar rumah lebih ke keinginan untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar bukan cikal bakal keluyuran ga jelas.

Tes Kesehatan CPNS

2009 November 10
oleh hamadaa

Di hari yang berbahagia ini khususnya bagi bunda :D (hari ini bunda ulang tahun bertepatan dengan Hari Pahlawan lho!), bunda ingin berbagi informasi yang sangat berharga terutama bagi para CPNS yang akan menjalani tes kesehatan.

Seperti diketahui, para CPNS sebelum diangkat secara resmi menjadi PNS harus melewati serangkaian kegiatan seperti prajab, tes kesehatan, dan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) dari instansinya.

Bunda dapat informasi mengenai jadwal tes kesehatan ini secara mendadak, untungnya ga perlu banyak persiapan sih cukup kondisi badan sehat dan sejumlah uang untuk biaya tes kesehatannya tsb. Rumah Sakit rujukannya adalah RSCM, dekat kantorlah sekali naik bis langsung sampai. Oya, bagi yang pertama kali ke RSCM dijamin pusing deh cari-cari ruangan tesnya makanya bunda lagi baik hati nih…disimak ya.

Dari halaman depan RSCM (yang dekat Universitas YAI, sekolah PSKD) langsung terlihat IGD terus belok kanan sampai ada tanda panah merah dan tulisan apotek 24 jam ikutin saja lalu belok kiri ketemu lift naik deh ke lantai 3 menuju ke klinik rawat jalan yang posisinya dari lift belok kanan sebelum ruangan akupuntur.

Sesampai di ruangan klinik rawat jalan bilang sama mbak susternya, nanti akan diminta untuk mengisi formulir (hanya untuk menulis data diri dan riwayat kesehatan saja, oya siapkan pulpen ya) sertakan pula surat pengantar dari instansi kerja. Nanti suster akan memberikan selembar formulir untuk rontgen (isi nama dan umurnya).

Ruangan untuk rontgen berada di Paviliun Kemuning yang terletak dilantai 1, petunjuknya dari lift langsung belok kiri sampai di pertigaan terlihat deh ruangan dengan pintu dan jendela kaca, masuk deh daftar, bayar biaya tes rontgen sebesar Rp 73,000 dan tunggu dipanggil. Hasil tes rontgen dapat diambil sekitar 1/2 -1 jam kemudian. Lebih baik ditunggu agar sekalian dibawa kembali ke lantai 3 lagi.

Di lantai 3, kita menunggu lagi…banyak-banyak bersabar dan ikhlas deh apalagi kalau jumlah pasien banyak. Sembari menunggu akan diberikan 2 kantong plastik dan tabung plastik untuk tes urine. Kantong plastiknya diberi nama dan instansi ya agar tidak tertukar. Toilet berada di ujung sebelah kanan. 2 kantong plastik tsb, untuk naro tabung urine dan darah (kantong plastik yang kita pegang hanya yang untuk tabung urine saja, untuk darah disimpan oleh susternya).

Karena lama, tadi bunda dan bunda Afini akhirnya ke kantin dulu kebetulan memang sudah jam makan siang. Kantin posisinya ada dilantai 1 dari lift belok kiri terus (kalau lihat papan petunjuknya sih searah dengan ruang jenazah hiii serem banget deh). Selain isi perut kita juga beli air minum, cemilan dan tabloid pokoknya siap tempur deh :D

Untungnya saat kita kembali lagi ke ruangan sudah sepi hanya tinggal beberapa pasien jadi cepet proses tes darahnya. Setelah itu kita bayar biaya tes darah yaitu Rp 239,000 (mahal disini nih sepertinya). Suster memberitahukan ke kita berdua untuk kembali lagi lusa, hari Kamis untuk wawancara dengan dokter dan memang hasil semua tes tadi baru ketahuan di hari Kamis. Siapkan juga uang untuk biayanya.

Tips-tips selama menjalani tes kesehatan selain yang terpenting menjaga kondisi kesehatan tubuh agar hasilnya baik ada tambahan beberapa hal yang remeh seperti siapkan uang pas (uang ribuan, pecahan kecil) karena susah dapat kembalian; bawa pulpen; bawa air minum, cemilan, bacaan untuk mengisi waktu selama menunggu (kebetulan tadi bunda menjalani tes darah yang ga perlu puasa jadi boleh ngemil).

Tambahan posting, ternyata tes kesehatan tidak dapat berlangsung dalam 1 hari saja jadi Kamis kemarin bunda kembali datang ke RSCM untuk wawancara dokter alias periksa ke dokter. Biaya periksa adalah Rp 78,500. Hasil tes kesehatan tidak dapat diketahui oleh peserta tes karena akan dikirimkan oleh pihak RSCM ke Biro SDM tapi kemarin bunda sih sempat intip-intip kertas hasil tes kesehatan yang tergeletak di meja pak dokter :D kalau ga salah lihat (soalnya dibaca dalam posisi terbalik) hasilnya masih dalam range normal berarti sehat. Amin.

Info terakhir, ternyata formulir DP3 sudah diedarkan ke setiap unit kerja ini berarti akan segera dilaksanakan penilaian pelaksanaan pekerjaan oleh atasan….hmmm bunda berdoa semoga hasil penilaiannya bagus. Amin.