Cerita (mudik) Lebaran

Lebaran tahun ini kami sekeluarga berkesempatan merayakannya di dua kampung halaman yaitu Ciamis (kampung mamanya bunda) dan Purwokerto (kampung alm. bapaknya bunda).

Mudik kali ini juga terbilang istimewa karena ada mama yang sedang cuti kerja selama dua bulan. Yippie! eh serunya lagi mudik kali ini sebelum lebaran gak seperti tahun lalu pasca lebaran tapiii akibatnya jadi ngalamin deh yang namanya macet tiada tara selama perjalanan mudik, mau tau berapa jam perjalanan Jakarta – Ciamis? 30 JAM SAJA! SUPER!

Komplit deh dari ceria ke mati gaya, cakep ke lusuh, bugar ke loyo. Untungnya (namanya juga orang Jawa) Vito dan Ghita tetap ceria dan semangat, ada sih Vito bolbal nanya: lama banget? rumahnya uyut jauh ya? kok gak sampe-sampe?, dsb trus trik kalau anak mulai crancky setel deh lagu anak :P

Oiya, selama perjalanan mudik ini bunda amati orang-orang cenderung ramah saat di jalan raya (sesama pengguna mobil) tapi gimana gak ramah lhawong diam gak bergerak lama jadi pak supir pada keluar dari mobil trus ngobrol saja ditengah jalan. Tapi gak selamanya ramah juga saat antri toilet di SPBU, ada ibu-ibu gak sabaran trus pengen barengan ke toilet biar cepat, ih malesin banget! maaf ya kita gak kenal situ.

Kelelahan mudik sirna seiring dengan tiba di kampung halaman dengan selamat dan disambut keluarga. Ternyata bukan kita saja yang excited tapi uyut juga karena nungguin anak cucu selama 2 hari 1 malam. Saking capeknya kita tidur cepat dan lelap.

Pas lebaran berkumpullah anak-cucu-mantu-cucu buyut, rame dalam kesederhanaan karena gak ada tuh ngeributin pake baju lebaran apa? hidangan lebaran apa? nerimo saja :-) Oiya berhubung nenek buyut yang dituakan jadi saudara-saudara yang berdatangan menghampiri. Vito dan Ghita alhamdulillah makin senang karena bisa bermain bersama dengan saudara sepantaran. Biarin deh mereka kotor-kotoran main di halaman mulai dari mengejar ayam sampai melihat kambing. Back to nature! mereka juga gak protes mandi pake air pancuran yang dingin kayak es :P

Siangnya kita mampir ke rumah teteh yang beda desa dan letaknya diatas gunung, serem deh naik motornya miring banget. Awalnya bunda mbonceng ayah tapi karena kondisi jalan yang menanjak curang akhirnya bunda mbonceng motor sepupu, daripada ngglundung kan berabe?! Selain silaturahmi juga untuk memastikan bahwa pasca lebaran teteh balik lagi ke Jakarta. Oiya, silaturahmi ke rumah teteh ini banyak memberikan pencerahan, kita jadi tau kondisinya dan semoga bisa membantu meringankan beban hidup keluarga mereka. Aamiin.

Selama di Ciamis gak sempat kemana-mana paling cuma beli baso di Cikijing padahal pengen berenang di Sangkan Hurip-Kuningan. Hawanya memang bikin pengen ngendon saja sambil ngunyah :P

Setelah 3 malam di Ciamis, mudik berlanjut ke Purwokerto karena ada pertemuan keluarga besar dari saudara-saudara alm. bapak, sekali lagi niatnya untuk silaturahmi :). Perjalanan dari Ciamis ke Purwokerto terhitung ramai lancar sayangnya Vito sempat mabuk darat. Di Purwokerto tepatnya di desa Gentawangi (sebelum kota Purwokerto sih) kita hanya menginap semalam. Selain pertemuan keluarga besar tak lupa kami ziarah ke makam alm. bapak, sudah 6 tahun bapak meninggal dan belum sempat berjumpa cucu :(

Di Purwokerto kami tidak sempat berwiskul maupun wisata ke tempat lainnya selain karena kondisi disana yang kurang menyenangkan, kami juga mengejar perjalanan balik ke Jakarta lebih cepat agar tidak terjebak macet. Alhamdulillah perjalanan lancar walaupun ada kemacetan tapi masih bisa ditolerir deh. Patokannya kalau jam perjalanan sampai 2x atau lebih dari perjalanan normal itu baru bikin kesel.

Sampai rumah rasanya pengen meluruskan badan, rebahan enak kali ya? tapi kenyataan berbicara lain karena rumah kami kebanjiran. Huuu… antara capek, sedih, kesal jadi satu deh. Jadi sebelum kami mudik ada satu keran air yang kelupaan dimatikan dan lagi lantai rumah itu cekung didalam jadi ya terima nasib kasur kami terendam air dan harus mencuci dan menjemurnya selama dua hari berturut-turut. Nasiiibbb… :(

Overall, acara mudik lebaran kami cukup menyenangkan bahkan Vito pun pengen balik ke kampung, ke rumah uyut :D

About these ads

One thought on “Cerita (mudik) Lebaran

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s